Apakah Pengidap Penyakit Autoimun Tertentu Bisa Mengalami Penyakit Autoimun Lainnya?

Created | By: Prita | 2019-09-03 05:05:33

Penyakit Autoimun -

Autoimun diartikan sebagai kondisi di mana sistem imun mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsi normalnya. Gangguan karena autoimun ini bisa menyebabkan berbagai penyakit, yang kemudian dikenal sebagai penyakit autoimun. Penyakit autoimun masih terasa asing di telinga dan nggak sepopuler penyakit lainnya. Ambil contohnya seperti flu, demam berdarah, diare, dan lain sebagainya. Tapi nyatanya, ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun dengan berbagai gejala yang nggak sama antara satu dan lainnya. Dilansir Hello Sehat, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR berkata, penyakit autoimun secara garis besar dikelompokkan ke dalam dua kategori. Pertama, penyakit autoimun organ spesifik, dan kedua yaitu penyakit autoimun sistemik.

Sesuai namanya, penyakit autoimun organ spesifik menyerang tepat di satu organ tubuh saja, contohnya vitiligo pada kulit. Sebaliknya, penyakit autoimun sistemik bisa menyerang seluruh bagian organ tubuh, seperti lupus, rheumatoid arthritis (RA), dan ankylosing spondylitis. Biasanya, satu orang memang cuma punya satu jenis penyakit autoimun. Meski begitu, kalau kamu mengalami suatu penyakit autoimun, kamu punya kecenderungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal untuk mengalami jenis penyakit autoimun lainnya. Contohnya jenis penyakit autoimun yang bisa terjadi bersamaan yaitu rheumatoid arthritis (RA) bersama Sindroma Sjogren, atau Sindroma Sjogren dengan lupus. Sedangkan untuk penyebab suatu penyakit autoimun bisa berisiko mengakibatkan penyakit autoimun lainnya belum diketahui secara pasti.

"Penyebab utamanya diduga karena faktor genetik, disertai dengan faktor lingkungan seperti infeksi virus, bakteri, merokok, serta paparan bahan kimia tertentu yang turut memiliki andil," kata dr. Sandra.

Adakah penyakit autoimun yang gejalanya lebih parah?

Memang, seseorang yang punya penyakit autoimun punya kecenderungan yang lebih tinggi daripada orang normal untuk mengalami jenis penyakit autoimun lainnya. Tapi, kasus ini mungkin bisa datang bersamaan, maupun terpisah. Dalam arti, satu jenis penyakit autoimun mungkin hadir lebih dulu, baru kemudian bikin kamu mengalami penyakit autoimun yang lain. Di sisi lain, keduanya bisa muncul dalam waktu yang berdekatan atau hampir berbarengan, tapi dengan serangkaian gejala berbeda. Begitu pula dengan keparahannya gejala, bisa sama-sama parah atau salah satu penyakit lebih dominan. Nah, berikut perbedaan gejala dari penyakit autoimun RA, lupus, dan Sindroma Sjogren:

Gejala RA

Gejala awal RA meliputi munculnya rasa nyeri dan kaku pada jari-jari tangan, khususnya di pagi hari. Keluhan ini biasanya bakal membaik dengan sendirinya setelah selesai melakukan aktivitas fisik. Akan tetapi kalau nggak segera diobati, RA bisa merusak persendian di sekujur tubuh. Selain itu, tulang juga bisa mengalami kerusakan. Lama kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan dan cacat pada sendi.

Gejala lupus

Gejawa awal lupus ditandai dengan rasa nyeri kronis pada sendi, sariawan, rambut rontok, kemerahan di wajah, kelainan pada kulit, muka pucat, dan demam. Semakin lama diobati, lupus berisiko menimbulkan kerusakan pada organ vital tubuh. Misalnya jantung, paru-paru, ginjal, dan otak.

Gejala Sindroma Sjogren

Gejala awal Sindroma Sjogren meliputi nyeri pada persendian, badan lemah, serta mata dan mulut yang kering. Penyakit autoimun ini juga harus segera diberi penanganan. Sebab kalau nggak, bisa mengakibatkan kerusakan pada mata dan gigi, hingga gangguan pada organ tubuh lainnya, contohnya paru-paru dan ginjal.

Bisakah penyakit autoimun disembuhkan?

Setelah mengetahui kalau seseorang yang mengalami penyakit autoimun punya kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami penyakit autoimun lain, mungkin kamu bertanya-tanya soal kemungkinan kesembuhannya.

"Begini, pada prinsipnya, belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit autoimun. Hanya saja, Anda bisa bernapas lega karena penyakit autoimun masih bisa dikendalikan dengan pengobatan," ucap dr. Sandra.

Proses pengobatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah pada organ tubuh, sekaligus membantu supaya kamu bisa mencapai fase remisi. Fase remisi adalah kondisi saat gejala penyakit autoimun berada dalam keadaan stabil. Artinya, kamu nggak mengalami berbagai gejala yang biasanya kamu alami. Tapi lagi-lagi, ini bukan berarti kamu sudah sembuh. Karena pengobatan ini bertugas untuk mengontrol perkembangan penyakit, dan bukan memulihkan sepenuhnya. Nah, pengobatan ketika kamu mengalami penyakit autoimun bisa dibedakan jadi dua macam, yaitu:

  • Obat untuk menghilangkan gejala. Misalnya obat penghilang rasa sakit atau obat steroid dalam dosis kecil.
  • Obat untuk memengaruhi atau memperlambat perkembangan penyakit. Misalnya obat metotrexat, azatioprin, mikofenolat mofetil, sulfasalasin, siklofosfamid, dan agen biologik.

"Sayangnya, saya sering menemui kasus pasien penyakit autoimun dengan kondisi yang sudah cukup parah. Ini biasanya terjadi karena pasien tersebut terlambat mendapatkan obat jenis kedua dan hanya mendapatkan obat pereda gejala," ucapnya.

Padahal, obat jenis kedua nggak kalah penting karena betugas untuk memperlambat perkembangan penyakit.

Adakah pantangan jika mengalami dua jenis penyakit autoimun?

Sejauh ini, belum semua jenis penyakit autoimun bisa dicegah. Tindakan yang bisa kamu lakukan yaitu berupa deteksi dini, yang kemudian bisa membantu menghambat supaya perkembangan penyakit nggak semakin memburuk nantinya. Pantangan yang boleh dan nggak boleh kamu lakukan setelah didiagnosis mengalami dua jenis penyakit autoimun sekaligus biasanya tergantung dari jenis penyakit yang kamu miliki. Pada intinya, menerapkan pola hidup sehat, makan teratur, mengurangi makan daging dan makanan berlemak, memperbanyak makan sayur, bisa membantu menjaga kondisi tubuh. Jangan lupa juga untuk berolahraga teratur, mengendalikan stres, serta rutin berobat dengan tetap mematuhi anjuran rheumatologistmu. Kesemua cara tersebut setidaknya bisa membantu menghambat perkembangan penyakit.

Geronimo FM Love Yogya And You

Jl. Bung Tarjo (Gayam) No. 24 Yogyakarta 55225 Indonesia
(0274) 511058
program@geronimo.fm
MARKETING INFO
Helly Barniati +6281578916167
Wulan +6281903843094